Kamis, 11 November 2010
Orang-orang yang Dijamin Masuk Surga
1. Memberi Makan.
Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi oleh masing-masing orang, namun karena berbagai persoalan dalam kehidupan manusia, maka banyak orang yang tidak bisa memenuhinya atau bisa memenuhi tapi tidak sesuai dengan standar kesehatan, karena itu, bila kita ingin mendapat jaminan masuk surga, salah satu yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah memberi makan kepada orang yang membutuhkannya.
Rasulullah saw bersabda: “Sembahlah Allah Yang Maha Rahman, berikanlah makan, tebarkanlah salam, niscaya kamu masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi)
Di dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang luamya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyediakannya bagi orang yang memberi makan, menebarkan salam dan shalat malam sementara orang-orang tidur ” (HR. Ibnu Hibban).
Terdapat pula hadits senada soal ini yang perlu kita perhatikan: “Di surga terdapat kamar-kamar yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya”. Abu Malik Al Asy’ari berkata: “buat siapa wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Bagi orang yang berucap baik, memberi makan, dan di melalui malam dengan shalat sementara orang-orang tidur” (HR. Thabrani, Hakim, Bukhari dan Muslim).
Bahkan sahabat Abdullah bin Salam mendengar pesan Nabi kepada para sahabat yang berbunyi: “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah hubungan silaturrahim, shalatlah diwaktu malam sementara orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi, ibnu Majah dan Hakim).
2. Menyambung Silaturrahim.
Hubungan antar sesama manusia harus dijalin dengan sebaik-baiknya, antara sesama saudara dalam iman, terutama yang berasal dari rahim ibu yang sama yang kemudian disebut dengan saudara dalam nasab.
Bila ini selalu kita perkokoh, maka di dalam hadits di atas, kita mendapatkan jaminan surga dari Rasulullah saw, sedangkan bila kita memutuskannya, maka kitapun terancam tidak masuk surga.
Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan, Sufyan berkata dalam riwayatnya: yakni memutuskan tali persaudaraan ” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Ketika Rasulullah saw bertanya kepada pada sahabat tentang maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang akan menjadi penghuni surga? diantaranya beliau menjawab: Seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di penjuru kota dengan ikhlas karena Allah ” (HR. Ibnu Asakir, Abu Na’im dan Nasa’i).
3. Shalat Malam
Tempat terpuji di sisi Allah swt adalah surga yang penuh dengan kenikmatan yang tiada terkira, karenanya salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk bisa diberi tempat yang terpuji itu adalah dengan melaksanakan shalat tahajjud saat banyak manusia yang tertidur lelap, Allah swt berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji ” (QS Al Isra [17]:79).
Manakala seseorang sudah rajin melaksanakan shalat tahajjud, ia merasa menjadi seorang yang begitu dekat dengan Allah swt dan bukti kedekatannya itu adalah dengan tidak melakukan penyimpangan dari ketentuan Allah swt meskipun peluang untuk menyimpang sangat besar dan bisa jadi ia mendapatkan keuntungan duniawi yang banyak.
4.Memudahkan Orang Lain.
Dalam hidupnya, ada saat manusia mengalami kesenangan hidup dengan segala kemudahannya, namun pada saat lain bisa jadi ia mengalami kesulitan dan kesengsaraan.
Karena itu, sesama manusia idealnya bisa saling memudahkan, termasuk dalam jual beli. Manakala kita sudah bisa memudahkan orang lain, maka salah satu faktor yang membuat manusia mendapat jaminan surga telah diraihnya.
Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya seorang lelaki masuk surga. Dia ditanya: “Apa yang dulu kamu kerjakan?”. Dia menjawab, dia ingat atau diingatkan, dia menjawab: “Aku berjual beli dengan manusia lalu aku memberi tempo kepada orang yang dalam kesulitan dan mempermudah urusan dengan pembayaran dengan dinar atau dirham”. Maka dia diampuni (HR. Muslim dan Ibnu Majah)
Apabila dalam hidup ini kita suka memudahkan kesulitan yang dialami orang lain, maka kitapun akan mendapatkan kemudahan dalam kehidupan di dunia ini maupun di akhirat kelak.
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah memudahkannya di dunia dan akhirat ” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
5.Berjihad.
Islam merupakan agama yang harus disebarkan dan ditegakkan dalam kehidupan di dunia ini, bahkan ketika dengan sebab disebarkan dan ditegakkan itu ada pihak-pihak yang tidak menyukainya, lalu mereka memerangi kaum muslimin, maka setiap umat Islam harus memiliki semangat dan tanggungjawab untuk berjihad dengan pengorbanan harta dan jiwa sekalipun.
Manakala kaum muslimin mau berjihad, maka Allah swt menyediakan surga untuk siapa saja yang berjihad di jalan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama Dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. dan mereka Itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagimereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS At Taubah [9]:88-89).
Di dalam hadits, Rasulullah saw juga bersabda tentang jaminan Allah swt kepada orang yang berjihad dengan surga: Ada tiga orang yang semuanya dijamin Allah azza wajalla, yaitu: seorang lelaki yang pergi untuk berperang dijalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Allah mewafatkannya, lalu memasukkannya ke surga dengan segala pahala atau harta rampasan perang yang diperolehnya. Dan seseorang yang pergi ke masjid, maka dia dijamin oleh Allah hingga Allah mewafatkannya lalu memasukkannya ke surga atau mengembalikannya dengan pahala atau harta yang diperolehnya; dan seseorang yang masuk ke rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia dijamin olehAllah azza wajalla (HR. Abu Daud).
Bahkan orang yang berjihad dan mati syahid meskipun dahulunya ia kafir dan pernah membunuh kaum muslimin dijamin masuk surga, Rasulullah saw bersabda: Allah tertawa kepada dua orang yang saling membunuh yang keduanya masuk surga. Para sahabat bertanya: “Bagaimana yang Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Yang satu (muslim) terbunuh (dalam peperangan) lalu masuk surga. Kemudian yang satunya lagi (kafir) taubatnya diterima oleh Allah ke dalam Islam, kemudian dia berjihad dijalan Allah lalu mati syahid (HR. Muslim dah Abu Hurairah ra).
6. Tidak Sombong.
Takabbur atau sombong adalah menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, karenanya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya.
Oleh karena itu, bila kita mati dalam keadaan terbebas dari kesombongan amat mendapatkan jaminan masuk surga, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mati dan ia terbebas dari tiga hal, yakni sombong, fanatisme dan utang, maka ia akan masuk surga ” (HR. Tirmidzi).
Takabbur merupakan salah sifat yang diwariskan oleh iblis laknatullah, dengan sebab itulah ia divonis berdosa dan akan dimasukkan ke neraka, Allah swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang sujud. Allah berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu?. Iblis menjawab: aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman: turunlah kamu dari syurga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina (QS Al A’raf[7]: 11-13, lihat pula QS Mukmin [40]: 60).
Manakala seseorang berlaku sombong, sangat kecil peluang baginya untuk bisa masuk ke dalam surga, di dalam hadits, Rasulullah saw bersabda:”Tidak masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan ” (HR. Muslim).
7. Tidak Memiliki Fanatisme Yang Berlebihan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia termasuk kaum muslimin hidup dengan latar belakang yang berbeda-beda, termasuk latar belakang kelompok, baik karena kesukuan, kebangsaan maupun golongan-golongan ber-dasarkan organisasi maupun paham keagamaan dan partai politik, hal ini disebut dengan ashabiyah.
Para saha-bat seringkali dikelompokkan menjadi dua golongan, yakni Muhajirin (orang yang berhijrah dari Makkah ke Madinah) dan Anshar (orang Madinah yang memberi pertolongan kepada orang Makkah yang berhijrah). Pada dasarnya golongan-golongan itu tidak masalah selama tidak sampai pada fanatisme yang berlebihan sehingga tidak mengukur kemuliaan seseorang berdasarkan golongan.
Manakala seseorang memiliki fanatisme yang berlebihan terhadap golongan sehingga segala pertimbangan dan penilaian terhadap sesuatu berdasarkan golongannya, bukan berdasarkan nilai-nilai kebenaran, maka hal ini sudah tidak bisa dibenarkan, inilah yang disebut dengan ashabiyah yang sangat dilarang di dalam Islam.
Bila kita mati terbebas dari hal ini, dijamin masuk surga oleh Rasulullah saw dalam hadits di atas, namun tidak masuk surga seseorang yang mati dalam keadaan demikian, karena Rasulullah saw tidak mau mengakui orang yang demikian itu sebagai umatnya.
Hal ini terdapat dalam hadits Nabi saw: “Bukan golongan kamu orang yang menyeru kepada ashabiyah, bukan golongan kami orang yang berperang atas ashabiyah dan bukan golongan kami orang yang mati atas ashabiyah ” (HR. Abu Daud)
8. Terbebas Dari Utang.
Dalam hidup ini, manusia seringkali melakukan hubungan muamalah dengan sesamanya, salah satunya adalah transaksi jual beli. Namun dalam proses jual beli tidak selalu hal itu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya uang padahal ia sangat membutuhkannya, maka iapun meminjam uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya, inilah yang kemudian disebut dengan utang.
Sebagai manusia, apalagi sebagai muslim yang memiliki harga diri, sedapat mungkin utang itu tidak dilakukan, apalagi kalau tidak mampu membayarnya, kecuali memang sangat darurat, karena itu seorang muslim harus hati-hati dalam masalah utang.
Rasulullah saw bersabda: “Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari ” (HR. Baihaki)
Namun apabila manusia yang berutang tidak mau memperhatikan atau tidak mau membayarnya, maka hal itu akan membawa keburukan bagi dirinya, apalagi dalam kehidupan di akhirat nanti.
Hal ini karena utang yang tidak dibayar akan menggerogoti nilai kebaikan seseorang yang dikakukannya di dunia, kecuali bila ia memang tidak mempunyai kemampuan untuk membayarnya.
Rasulullah saw bersabda: “Utang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan utang, sedangkan ia berniat akan membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya, dan barangsiapa yang mati, sedangkan ia tidak berniat akan membayarnya, maka pembayarannya akan diambil dari kebaikannya, karena di waktu itu tidak ada emas dan perak ” (HR. Thabrani).
9. Peka Terhadap Peringatan.
Peka terhadap peringatan membuat seseorang mudah menerima segala peringatan dan nasihat dari siapapun agar waspada terhadap segala bahaya dalam kehidupan di dunia dan akhirat, sikap ini merupakan sesuatu yang amat penting karena setiap manusia amat membutuhkan peringatan dari orang lain, karenanya orang seperti itu akan mudah menempuh jalan hidup yang benar sehingga mendapat jaminan akan masuk ke dalam surga.
Orang seperti ini digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai orang yang berhati seperti burung sebagaimana disebutkan dalam sabdanya: “Akan masuk surga kelak kaum-kaum yang hati mereka seperti hati burung ” (HR. Ahmad dan Muslim).
10. Menahan Amarah
Al ghadhab atau marah merupakan salah satu sifat yang sangat berbahaya sehingga ia telah menghancurkan manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Ada beberapa bahaya dari sifat marah yang harus diwaspadai.
Pertama, merusak iman, karena semestinya bila seseorang sudah beriman dia akan memiliki akhlak yang mulia yang salah satunya adalah mampu mengendalikan dirinya sehingga tidak mudah marah kepada orang lain.
Rasulullah saw bersabda: “Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu ” (HR. Baihaki).
Kedua, mudah mendapatkan murka dari Allah swt terutama pada hari kiamat, karena itu pada saat kita hendak marah kepada orang lain mestinya kita segera mengingat Allah sehingga tidak melampiaskan kemarahan dengan hal-hal yang tidak benar.
Allah swt berfirman sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Qudsi:
“Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku ketika kamu marah. Maka Aku akan mengingatmu jika Aku sedang marah (pada hari akhir) “.
Ketiga, mudah marah juga akan mudah menyulut kemarahan orang lain sehingga hubungan kita kepada orang lain bisa menjadi renggang bahkan terputus sama sekali. Oleh karena itu, seseorang baru disebut sebagai orang yang kuat ketika ia mampu mengendalikan dirinya pada saat marah sehingga kemarahan itu dalam rangka kebenaran bukan dalam rangka kebathilan.
Rasulullah saw bersabda: “Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengontrol dirinya ketika marah ” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apabila seseorang mampu menahan amarahnya, maka dia akan mendapatkan nilai keutamaan yang sangat besar dari Allah swt, dalam hal ini Rasulullah saw menyebutkan jaminan surga untuknya: “Janganlah engkau marah dan surga bagimu ” (HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani).
11. Ikhlas Menerima Kematian Anak dan OrangYangDicintai.
Setiap orang yang berumah tangga pasti mendambakan punya anak, karena anak itu menjadi harapan masa depan dan kesinambungan keluarga. Karenanya bahagia sekali seseorang bila dikaruniai anak, baik laki maupun perempuan.
Karena itu saat anak lagi disayang dan amat diharapkan untuk mencapai masa depan yang baik tapi tiba-tiba meninggal dunia, maka banyak orang tua yang tidak ikhlas menerima kenyataan itu. Bila sebagai orang tua kita ikhlas menerima kematian anak, maka hal ini bisa memberi jaminan kepada kita untuk bisa masuk surga.
Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah mati tiga anak seseorang, lalu dia merelakannya (karena Allah) kecuali dia rnasuk surga”. Seorang wanita bertanya: “atau dua orang anak juga, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “atau dua anak” (HR. Muslim).
Meskipun demikian, sedih atas kematian anak tetap boleh dirasakan karena tidak mungkin rasanya kematian anggota keluarga tanpa kesedihan, Rasulullah saw sendiri amat sedih atas kematian anaknya, namun kesedihan yang tidak boleh berlebihan seperti meratap.
Dalam suatu hadits dijelaskan: Anas ra berkata: Ketika Rasulullah saw masuk melihat Ibrahim (puteranya) yang sedang menghembuskan nafasnya yang terakhir, maka kedua mata Rasulullah saw bertinang-linang ketika ia wafat, sehingga tampak air mata mengalir di muka beliau. Abdurrahman bin Auf berkata: “Engkau demikianjuga ya Rasulullah?”. Jawab Nabi: “Sesungguhnya ini sebagai tanda rahmat dan belas kasihan”, Lalu beliaubersabda: “Mata berlinang dan hati merasa sedih, tapi kami tidak berkata kecuali yang diridhai Tuhan dan kami sungguh berduka cita karena berpisah denganmu hai Ibrahim (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Di dalam hadits lain, jaminan surga juga diberikan Allah swt kepada orang yang ridha menerima kematian orang yang dicintainya dalam kehidupan di dunia ini.
Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda dalam hadits qudsi: “Tidak ada pembalasan dari bagi seorang hamba-Ku yang percaya, jika Aku mengambil kekasihnya di dunia, kemudian ia ridha dan berserah kepada-Ku, melainkan surga ” (HR. Bukhari).
12. Bersaksi Atas Kebenaran Al-Qur’an.
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, namun kenyataan menunjukkan tidak semua muslim mau bersaksi dalam arti menjadi pembela kebenaran Al-Qur’an dari orang yang menentang dan meragukannya, bahkan tidak sedikit muslim yang akhimya larut dengan upaya kalangan non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an.
Bersaksi atas kebenaran Al-Qur’an juga harus ditunjukkan dengan penyebaran nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat dan yang lebih penting lagi adalah kebenaran Al-Qur’an itu ditunjukkan dalam sikap dan prilakunya sehari-hari.
Orang seperti inilah yang mendapat jaminan masuk surga oleh Allah swt sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: Dan apabila mereka mende-ngarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari Kitab-Kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman, Maka catatlah Kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Ouran dan kenabian Muhammad saw). Mengapa Kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada Kami, Padahal Kami sangat ingin agar Tuhan Kami memasukkan Kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?”. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap Perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). (QS. Al-Maidah: 5]: 83-85).
13. Berbagi Kepada Orang Lain.
Banyak kebaikan yang harus kita lakukan dalam hidup ini sehingga kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan itu membuat kita menjadi manusia yang dirasakan manfaat keberadaan kita bagi orang lain sehingga apapun yang kita miliki memberi manfaat yang besar bagi orang lain apalagi bila hal itu memang amat dibutuhkan oleh manusia.
Salah satunya adalah bila seseorang memberikan binatang ternak yang dimiliki seperti kambing untuk kemudian dinikmati susu-nya oleh banyak orang. Bila ini dilakukan, jaminan surga dijanjikan oleh Allah swt
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah saw: “Empat puluh kebaikan yang paling tinggi adalah pemberian seekor kambing yang diperah susunya. Tidak seorangpun yang melakukan salah satu darinya dengan mengharapkan pahala dan membenarkan apa yang dijanjikan karenanya, kecuali Allah memasukkannya ke dalam surga ” (HR. Bukhari).
14.Hakim Yang Benar.
Dalam hidup ini banyak sekali perkara antar manusia yang harus diselesaikan secara hukum sehingga diperlukan pengadilan yang mampu memutuskan perkara secara adil, untuk itu diperlukan hakim yang adil dan bijaksana sehingga ia bisa memutuskan perkara dengan sebaik-baiknya. Bila ada hakim yang baik, maka ia akan mendapat jaminan bisa masuk ke dalam surga.
Rasulullah saw bersabda: Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua golongan di neraka dan satu golongan di surga: Orang yang mengetahui yang benar lalu memutus dengannya, maka dia di surga. Orang yang memberikan keputusan kepada orang-orang di atas kebodohan, maka dia itu di neraka dan orang yang mengetahui yang benar lalu dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, maka dia di neraka (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah dan Hakim).
Oleh karena itu, ketika seorang muslim menjadi hakim, maka ia harus menjadi hakim yang benar, yakni hakim yang tahu tentang kebenaran dan ia memutuskan perkara secara benar.
Allah swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, danjanganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat (QS An Nisa [4]:105).
Mudahan-mudahan kita termasuk orang yang mau berusaha untuk bisa masuk ke dalam surga.
Sumber : Khairu Ummah, Edisi 9, 12, dan 14 Tahun XVIII - Februari 2009
Orang yang terasing
غُرَبَاء…….
غُرَبَاء وَلِغَيْرِ اللَّهِ لاَ نَحْنِي الجِبَاه
ghuraba..
Kami (ghuraba) tidak bersujud kepada selain Allah..
غُرَبَاء وَارْتَضَيْنَهَا شِعَارًا لِلْحَيَاة
ghuraba..
Kami telah rela memilihnya sebagai jalan hidup..
اِن تّسَل عَنَّا فَإِنّا لاَ نُبَالِي بِالطُّغَاة
Jika kalian bertanya kepda kami, Sungguh kami tidak takut kepada tirani..
نّحْنُ جُنْدُ اللَّهِ دَوْمًا دَرْبُنَا دَرْبُ الاُباة
Selamanya kami tentara Allah.. Jalan Kami adalah jalan yang dilindungi..
غُرَبَاء…….
لَنْ نُبَالِي بِالْقُيُود بَلْ سَنَمْضِي لِلْخُلُوْد
Kami tidak peduli dengan belenggu.. Bahkan Kami akan terus melanjutkan selamanya..
فَلْنُجَاهِد وَنُنَاضِل وَنُقَاتِل مِنْ جَدِيد
Maka mari kita berjihad, bertempur dan berperang sedari awal..
غُرَبَاء هَكَذَا الاَحْرَارُ فِي دُنْيَا العَبِيْد
Ghuraba..adalah orang-orang yang merdeka di dunia yang diperbudak..
غُرَبَاء……
كَمْ تَذَاكَرْنَا زَمَانًا يَوْمَ كُنَّا سُعَدَاء
Seberapa kali kami ingat, hari ketika kami merasa bahagia…
بِكِتَابِ اللَّهِ نَتْلُوْهُ صَبَاحًا وَمَسَاء
Demi KItab Allah, yang kami baca di waktu pagi dan sore hari..
Selasa, 09 November 2010
1:0=∞
Hartosna: 1 dibagi 0 hasilna ampir ngadeukeutan kana “tak terhingga”,
upami urang ngaku Pangeran ka Gusti Alloh anu Maha Tunggal (Al-Ahad)
,tuluy urang neundeun diri urang salaku hamba Alloh,kalawan nga”zero”keun diri urang di payuneun Anjeu-Na,
atanapi nyucikeun hate ...maka urang bakal nuju kana taqorrub kana Kakuatan Sang Maha “tak terhingga” hartosna Gusti Alloh bakal nulungan ka urang ku kakuatan-Na anu luar biasa..!
.(Renungan 1 Rayagung 1431 H)
En:∞=0
Oleh Endang Moek · sekitar satu menit yang lalu
En:∞=0
Hartosna:Sakabeh bilangan Energi Emosi upami dibagi ku bilangan Tak terhingga hasilna pasti 0,Sakumaha gedena oge masalah anu karandapan,lamun urang emut kana ka Agungan Alloh, maka emosi urang bakal jadi normal,
Senin, 25 Oktober 2010
Ilmu
أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ:
ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu,
kecuali dengan enam perkara,
akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
- Kecerdasan – ذَكَاءٌ
- Kethoma’an (terhadap ilmu) – حِرْصٌ
- Kesungguhan – اجْتِهَادٌ
- Harta benda (bekal) – دِرْهَمٌ
- Mempergauli guru – صُحْبَةُ أُسْتَاذٍ
- Waktu yang panjang. طُوْلُ زَمَانٍ
7. 1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
8. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
9. 2.
10. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
11. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia
12. 3.
13. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
14. Barang siapa sabar beruntunglah ia
15. 4.
16. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
17. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.
18. 5.
19. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
20. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
6.
21. مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
22. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.
23. 7.
24. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
25. Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
26. 8.
27. الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ
28. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.
29. 9.
30. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
31. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.
32. 10.
33. اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ
34. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.
35. 11.
36. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
37. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
38. 12.
39. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
40. Waktu itu lebih mahal daripada emas.
41. 13.
42. العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ
43. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.
44. 14.
45. خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ
46. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.
47. 15.
48. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).
49. 16.
50. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
51. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.
52. 17.
53. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
54. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.
55. 18.
56. العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
57. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.
58. 19.
59. لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
60. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
61. 20.
62. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
63. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.
64. 21.
65. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر
66. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.
67. 22. الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
68. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.
69. 23.
70. لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
71. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.
72. 24.
73. الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
74. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.
75. 25.
76. سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
77. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya
78. احبك..
79. Aku mencintaimu
80. يا من سرق قلبي مني
81. يا من غير لي حياتي
82. يا من احببته من كل قلبي
83. يا من قادني الى الخيال
84. Duhai yang telah mencuri hatiku
Duhai yang telah merubah hidupku
Duhai yang aku cintai melebihi dari setiap relung hatiku
Duhai yang telah menuntunku kedunia khayalanku
85. حبيبي..
86. Kekasihku
87. أهديتك قلبي وروحي
88. وبين ظلوعي اسكنتك
89. ورسمت معك احلامي
90. و وعــــــودي
91. تواعدنا..
Telah kuberikan ruhku dan hatiku kepadamu
Telah ketempatkan dirimu dalam relungku
Telah kugambar dirimu bersama dengan mimpiku
92. ان نبقى سوياً مدى الحياة
93. ان نجعل حبنا يفوق الخيال
94. ان نكتب قصة حبنا في كل مكان
95. ان نغسل قلوبنا من نهر العذاب
96. Kita berjanji, akan sehidup semati
Mendajikan cinta kita melampaui khayalan ini
Disetiap tempat kita akan goreskan kisah cinta kita
Dan kita bersihkan hati kita dari sungai azab
97. الفراق
98. من امام اعيننا الاحلام
99. ومن حبنا اوصلنا الحب الى الفراق
100. ومن نبضات انين اعتلت القرار
101. ومن قصة حبنا التي تجبر على الاحتظار
102. Perpisahan itu telah menghantui mimpi-mimpi kita
Dan cinta kita mengantarkan kita kepada sebuah perpisahan
Dengan rintihan amarah yang menodai kesetiaan
Dan kisah cinta kita telah berubah menjadi cinta terlarang
103. هكذا انتهينا
104. واصبح كل منا للآخر ذكرى عابرة
105. يغتالها الغياب
106. Demikianlah akhir perjalanan kita
Dan biarlah ia menjadi sebuah kenangan masalalu antara kita
107. قَلْبِيْ الصَّغِيْرُ
108. Hati Kecilku..
109. حِيْنَ وُلِدْتُ أَعْطَيْتَــنِيْ قَلْباً صَغِيْراً خَالِيـــــــاً
110. Ketika dilahirkan, Kau berikanku hati kecil yang bersih..
111. مَلأْتُـهُ حُبّـــــــاً لَــكَ حُبّاً نَقِيّاً صَافِـيًــــــــا
112. Ku penuhi ia dengan cinta pada Mu..Cinta yang murni nan suci..
113. أَنْتَ حَبِيْبِيْ وَمَالِكِـــــيْ حُبُّكَ فِي قَلْبِيْ يَزِيْــــد
114. Kamu lah kekasih dan Pemilik Ku.. Cintamu pada hatiku, bertambah..
115. يَا مَنْ يَسُرُّنِي قُرْبُِــكَ سِوَى رِضَاكَ لا أُرِيْــدُ
116. Wahai yang dekatnya membahagiakanku.. ridha selain Mu tak ku inginkan..
117. قَلْبِيْ بِذِكْرِكَ يَطْمَئِـنُّ يَدْعُوْكَ رَبِّّي العَالِيَــا
118. Hatiku, dengan mengingat Mu,merasa tenang.. memohon kepada Mu tuhanku yang Maha Tinggi..
119. سُبْحَانَكَ وَبِحَمْـــــدِكَ يَرْجُوْكَ عَفْواً وَعَافِيَـا
120. Maha Suci engkau, dengan memuji Mu, ku memohon maaf dan ampunan Mu..
121. شُكْراً لِمَا أَهْدَيْتِـنِــــي قلباً بِذِكْرِكَ يَخْشَــــعُ
122. Syukur terucap.. untuk petunjuk yang Kau berikan padaku.. Hati ini, dengan menyebut Mu,merasakan khusyu’
123. ثَبِّتْهُ رَبِّي بِفَضْلِـــــكَ حَتَّى يُطِيْعُ وَيَسْمَــــعُ
124. Tetapkanlah hati ini dengan keutamaan Mu wahai tuhanku.. Sampai ia mentaati dan mendengar..
125. كلمات: منصور الواوان
126. Syair oleh : Manshur Al Wawan
127. غُرَبَاء
128. Orang yang terasing
129. غُرَبَاء…….
130. غُرَبَاء وَلِغَيْرِ اللَّهِ لاَ نَحْنِي الجِبَاه
131. ghuraba..
132. Kami (ghuraba) tidak bersujud kepada selain Allah..
133. غُرَبَاء وَارْتَضَيْنَهَا شِعَارًا لِلْحَيَاة
134. ghuraba..
135. Kami telah rela memilihnya sebagai jalan hidup..
136. اِن تّسَل عَنَّا فَإِنّا لاَ نُبَالِي بِالطُّغَاة
137. Jika kalian bertanya kepda kami, Sungguh kami tidak takut kepada tirani..
138. نّحْنُ جُنْدُ اللَّهِ دَوْمًا دَرْبُنَا دَرْبُ الاُباة
139. Selamanya kami tentara Allah.. Jalan Kami adalah jalan yang dilindungi..
140. غُرَبَاء…….
141. لَنْ نُبَالِي بِالْقُيُود بَلْ سَنَمْضِي لِلْخُلُوْد
142. Kami tidak peduli dengan belenggu.. Bahkan Kami akan terus melanjutkan selamanya..
143. فَلْنُجَاهِد وَنُنَاضِل وَنُقَاتِل مِنْ جَدِيد
144. Maka mari kita berjihad, bertempur dan berperang sedari awal..
145. غُرَبَاء هَكَذَا الاَحْرَارُ فِي دُنْيَا العَبِيْد
146. Ghuraba..adalah orang-orang yang merdeka di dunia yang diperbudak..
147. غُرَبَاء……
148. كَمْ تَذَاكَرْنَا زَمَانًا يَوْمَ كُنَّا سُعَدَاء
149. Seberapa kali kami ingat, hari ketika kami merasa bahagia…
150. بِكِتَابِ اللَّهِ نَتْلُوْهُ صَبَاحًا وَمَسَاء
151. Demi KItab Allah, yang kami baca di waktu pagi dan sore hari..
152. وَمَا سُمِّيَ الإنْسَانُ إِلا لِنَسْيِهِ * وَ سُمِّيَ القلبُ لأنه يتقلَبُ
153. Tidak dinamakan insan melainkan kerana sifat lupanya,
154. dan dinamakan hati qalbu kerana ia berubah- ubah
155. وعين الرضا عن كل عيب كليلة * كما أن عين السخط تبدىالمساويا
156. Pandangan simpati menutup segala cela
Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat
157. إذالم يكن إلا الأسنة مركب * فماحيلة المضطر إلا ر كوبها
158. “Apabila tidak ada yang lain melainkan hanya tombak untuk dikendarai
Maka tidak ada jalan lain bagi yang terpaksa kecuali menaikinya.”
159. اًحرام علي بلابله الوح * حلال للطير من كل جنس
160. Apakah pohon besar itu haram bagi burung bulbul
Tetapi halal bagi burung jenis lainnya
161. اًوكلما طن الذباب زجرتته إن الذباب إذاعلي كريم
162. Apakah setiap lalat yang berisik haruskah kuusir
Kalau begitu lalat sangatlah mulia bagiku
163. و من جعل غراب له دليل * يمربه علي جيف الكلاب
164. “Barangsiapa yang menjadikan burung gagak sebagai dalil
Maka ia akan membawanya melewati bangkai-bangkai anjing”
165. قل بما شئت في مسبة عرضي فسكوتي عند اللئيم جواب
166. ما أنا عادم الجواب ولكن ما من الأسد أن تجيب الكلاب
167. Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku
168. Toh, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban
169. Bukanlah artinya aku tidak punya jawaban, tetapi
170. Tidak pantas bagi seekor singa meladeni anjing-anjing
171. (Diwan asy-Syafi’i hal. 44, tahqiq DR. Imil Badi’ Ya’qub)
172. إذا ما الأصل ألفي غير زاك فما تزكو مدى الدهر الفروع
173. Apabila Pondasinya tidak kuat
174. Maka cabangnya pun akan demikian sepanjang masa
175. و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم
176. Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar ?
177. Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk
178. وإذا الدعاوى لم تقم بدليلها بــ النص فهي على السفاه دليل
179. Jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan argumentasi
180. Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil
181. والحق منصور وممتحن فلا تعجب فهذي سنة الرحمن
182. Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian, maka janganlah
183. Heran, sebab ini adalah sunnah ar-Rahman (sunnatullah). Imam Ibnul Qoyyim di dalam al-Kafiyah asy-Syafiyah (217)
184. وإذا لم تر الهلال فسلم لأناس رأوه بالأبصار
185. Apabila engkau tidak melihat bulan sabit maka serahkanlah
186. Kepada manusia yang melihatnya dengan mata kepala
187. لو كنت تعلم ما أقول عذرتني أو كنت أعلم ما تقول عذلتكا
188. لكن جهلت مقالتي فعذلتني وعلمت أنك جاهل فعذرتكا
189. Seandainya kamu faham ucapanku niscaya kamu akan memaafkanku
190. Atau aku mengetahui ucapanmu maka aku mengkritikmu
191. Tetapi engkau tidak faham ucapanku sehingga mencelaku
192. Dan aku tahu bahwa kamu tidak faham maka aku memaafkanmu
193. تكاثرت الظياء على خراش فما يدري خراش ما يصيد
194. Kijang itu begitu banyak di hadapan Khirasy (sebangsa serigala)
195. Sehingga dia tidak tahu mana yang harus diburu terlebih dahulu
196. سارت مشرقة وسرت مغربا شتان بين مشرق ومغرب
197. Dia berjalan ke timur dan aku berjalan ke barat
198. Aduhai alangkah jauhnya timur dan barat
199. احذر لسانك أن يقول فتبتلى إن البلاء موكل بالمنطق
200. Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka
201. Sebab petaka itu bergantung pada ucapan
202. فالبهت عندكم رخيص سعره حثوا بلا كيل ولا ميزان
203. Di sisi kalian dusta itu sangat murah harganya
204. Tanpa ditakar dan ditimbang mereka menghamburkannya
205. تَخُضْ فِيْ حَدِيْثٍ لَيْسَ مِنْ حَقِّكَ سِمَاعُهُ
206. Janganlah engkau menyelam ke suatu pembicaraan yang engkau tidak berhak mendengarkannya
207. و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم
208. Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar ?
209. Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk
210. ستبدي لك الأيام ما كنت جاهلا ويأتيك بالأنباء من لم تزود
211. Waktu akan menampakkan apa yang tidak kamu ketahui
212. Dan datang memberimu berita tentang apa yang tak kamu ketahui
213. لكل مقال مقام و لكل مقام مقال
“Setiap ucapan ada tempatnya dan setiap tempat ada ucapannya tersendiri.”
214. لاَ يَحْمُدُ السَّيْفُ كُلَّ مَنْ حَمَلَهُ
215. Pedang itu tidak memuji setiap orang yang membawanya
216. كل يدعى وصلابليلى وليلى لاتقرلهم بذاك
217. Semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila
Namun Laila memungkiri pengakuan-pengakuan mereka tersebut
218. فَعَلَيكَ بِالتَفصِيلِ وَالتَبيِينِ فَال إِطلاَقُ وَالإِجمَالُ دُونَ بَيَان
قَد أَفسَدَ هَذَا الوُجُودَ وَخَبَّطا ال أَذهَانَ وَالآراءَ كُلَّ زَمَانِ
219. Haruslah engkau memperinci dan menjelaskan
Penjelasan global tanpa perincian
Telah merusak alam ini dan membingungkan
Akal pikiran setiap zaman. Ibnul Qayyim
220. وَمَنْ يَكُ ذَا فَمٍ مُرٍّ مَرِيْضٍ يَجِدُ مَرًّا بِهِ المَاءَ الزُّلالا
Barangsiapa yang merasa sakit mulutnya
Niscaya air yang tawar akan terasa pahit baginya
221. قَوْمٌ إِذَ الشَّرُّ أَبْدَى نَاجِذَيْهِ لَهُمْ طَارُوا إِلَيْهِ زَرَفَاتٍ وَوُحْدَانٍ
Bila kejelekan menampakkan kedua taringnya pada suatu kaum maka mereka
akan menyerangnya secara berkelompok dan sendiri-sendiri
222. شِرَاءُ النُّفُوسِ بِالإِحْسَانِ خَيْرٌ مِنْ بَيْعِهَا بِالعُدوَانِ
Membeli jiwa dengan berbuat kebajikan itu lebih baik daripada menjualnya dengan permusuhan
223. حَيْثُمَا تَسْتَقِمْ يُقَدِّرْ لَكَ اللَّهُ نَجَاحًا
Sekiranya engkau menempuh jalan yang lurus niscaya Alloh akan memastikan kesukesan bagimu
224. أَعَاذَكَ اللَّه مِنْ سِهَامِهِم وَمُخْطِئٌ مَنْ رَمِيُّهُ القَمَرُ
Semoga Alloh melindungi dari bidikan anak panah mereka
Sungguh naïf orang yang membidikkan anak panahnya ke bulan
225. رَسْمِ دَارٍ وَقَفْتُ فِي طِلَلِهِ كِدْتُ أَقْضِي الحَيَاةَ مِنْ جَلَلِهِ
Telah berapa banyak bekas-bekas rumah yang aku telah berhenti pada bekas reruntuhannya
Yang hampir saja umurku kuhabiskan untuk itu…
226. أَعَاذَكَ اللَّه مِنْ سِهَامِهِم وَمُخْطِئٌ مَنْ رَمِيُّهُ القَمَرُ
Semoga Alloh melindungi dari bidikan anak panah mereka
Sungguh naïf orang yang membidikkan anak panahnya ke bulan
Ketahuilah wahai saudaraku…
لاَ يَضُرُّ السَحَابَ نُبَاحُ الكِلاَبِ
Gonggongan anjing-anjing itu tidak membahayakan awan
227. 1. KEAIBAN PADA DIRI KITA
Syair Imam Shafi’i
228. Kita kerap meyalahkan zaman ini,
229. sedang keaiban sebenarnya ada pada diri kita,
230. tiada sembarang aib pada zaman kita,
231. kecuali diri kita sendiri.
232. Kita kerap mencerca zaman ini tanpa jenayah dilakukannya..
233. kalau zaman dapat berkata, tentulah ia mencaci kita kembali
234. Dunia kita adalah lakonan dan menunjuk-nunjuk..
235. sebenarkan kita memperdaya Yang Maha melihat kita
236. Si serigala tiadalah pernah memakan daging rakannya ..
237. sedangkan kita kerapkali makan daging semasa sendiri
238. 2. JAGA SUARA
239. Jagalah suara bila bertutur di malam hari…
240. Lihat sekeliling sebelum berkata di siang hari
241. 3. KUTUKAN TERHADAPKU
242. Sekiranya datang padamu kutukan terhadapku dari orang yang kurang (akhlaknya dan ilmunya)…
243. Itulah buktinya bahwa aku ini sebenarnya sempurna tiada kekurangan
244. 4. TIADA INSAN MENGUSAI SEMUA ILMU
245. Tiada seorangpun yang mengetahui semua ilmu .. Tiada ! sekalipun dia pelajarinya 2 ribu tahun
246. Ilmu itu ibarat lautan saujana luas terbentang… Ambillah daripada setiap perkara itu apa yang terbaik
247. 5. TANAM BENIH PERMUSUHAN
248. Bila anda memungkiri seseorang, awasi lah permusuhannya (terhadapmu) … Sesiapa menanam pohon duri tiada dapat menuai anggur
249. 6. ANTARA KEKAYAAN & KECERDIKAN
250. Kalau (kemewahan) dunia diperolehi dengan kecerdikan semata-mata .. dan juga akan, sudah tentu akan menduduki pangkat teratas
251. Tapi rezeki itu adalah pembahagian dan nasib .. kurnian Tuhan dan bukan kerana usaha orang yang mendapatnya
252. 7. AKAL DAN PENGAJARAN
253. Bilamana seseorang ada akal fikiran .. dalam semua perkara baginya pengajaran
254. 8. MENGETAHUI SEJARAH
255. Bukanlah insan bukan juga alim .. orang yang dirinya jahil sejarah
256. Sesiapa yang arif sejarah orang – orang terdahulu .. sesungguhnya ia telah menambah umur-umur mereka kepada umurnya
257. 9. BUKU ITU SEBAIK TEMAN
258. Sebaik-baik teman berbual dan lepak-lepak itu ialah buku .. kau bersendirian bersamanya ketika sahabat-sahabatmu menjemuimu
259. Buku tidak membocorkan rahsia bila kau amanahkannya .. bahkan diperolehi darinya hikmah dan kebenaran
260. 10. BERSATU TEGUH
261. Tombak- tombak kalau bersama tidak akan dapat dipatahkan .. Apabila terpisah antara satu sama lain, ia akan patah satu demi satu
262. 11. PAPA DI BUMI SENDIRI
263. Kemiskinan di bumi sendiri adalah keasingan (umpama orang asing).. Berharta di negara asing itulah sebenarnya anak watan (negara itu)
264. Bumi ini (di mana-manapun) hanya satu … manusia semuanya adik beradik dan berjiran
265. 12. NILAI ILMU DAN KEDUDUKAN GURU
266. Ilmu adalahah sebaik apa yang dicapai tangan… begitu besar tangan (jasa) guru ku ke atasku.
267. Nyawaku taruhan bagi guruku, kerana dialah jernihnya kehidupanku.
268. Dialah merawatku daripada penyakit jahil… yang tiada dapat dilakukan oleh doktor yang agong.
269. Ilmu ibarat rumah dan guru umpama tangga.. dari mana lagi ingim ke rumah kalu tidak melalui yangganya ?
270. Maka ketahuilah hak seorang guru kerana dengan bantuannya dikau mengenali kebenaran ketika remaja.
271. Ilmu itu kalau engkau insafi, engkau tiada dapat menyamakannya dengan barangan dunia yang hilang dan lesap.
272. 13. TIADA YANG DILAHIRKAN TERUS BERILMU
273. Belajar, sesungguhnya seseorang itu tidak dilahirkan alim,
dan tiadalah orang berilmu menyamai orang yang jahil.
274. Sesungguhnya pembesar kaum yang tiada ilmu,
menjadi kecil bila dikerumuni bala tenteranya (meminta pandangannya).
275. Seorang yang hina sekiranya berilmu,
ia menjadi besar bila dikerumuni oarang ramai (yang ingin belajar).
276. Jadi, janganlah redha dengan kerendahan (kehinaan),
Dan janganlah nasib hanya berpada dengan apa yang ditinggal orang terdahulu.
277. 14. BUKAN SEMUA SAMA
278. ” Bukan semua yang putih itu lemak,dan bukan segala yang hitam itu arang !”
- Bait syair Arab -
279. 15. HASIL TANGANKU
280. Tanganku akan hancur di dalam tahah,
Yang kekal hanya tulisanku di atas buku,
Mujurlah sesiapa yang membaca tulisan aku,
Doakan keselamatan aku dari azab.
281. Jangan berbicara tanpa ‘ilmu / tanpa dalil ::
282. إذا ما الأصل ألفي غير زاك
283. فما تزكو مدى الدهر الفروع
284. Apabila pondasi (akar)nya tidak kuat
Maka cabangnya pun akan demikian sepanjang masa
285. وإذا الدعاوى لم تقم بدليلها بــالنص
286. فهي على السفاه دليل
287. Jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan argumentasi
Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil
288. الدعاوى ما لم تقيم عليهابيناتا
289. بناءها ادعياء
290. Para pendakwa yang tidak menopang dakwaannya dengan argumentasi
Maka dia hanyalah para pendakwa belaka
291. Memaksa ::
292. إذالم يكن إلا الأسنة مركب
293. فماحيلة المضطر إلا ر كوبها
Apabila tidak ada yang lain melainkan hanya tombak untuk dikendarai
Maka tidak ada jalan lain bagi yang terpaksa kecuali menaikinya.
294. Bodoh ::
295. أَعَاذَكَ اللَّه مِنْ سِهَامِهِم وَمُخْطِئٌ مَنْ رَمِيُّهُ القَمَرُ
Semoga Alloh melindungi dari bidikan anak panah mereka
Sungguh naïf orang yang membidikkan anak panahnya ke bulan
296. يقولون قولا لم يفهموها وإذا قيل لهم حققوا لم يحققوا
297. Mereka berucap suatu ucapan yang mereka sendiri tidak memahaminya
Dan bila dikatakan: buktikanlah maka mereka tidak mampu membuktikannya
298. Saat selesai menulis ::
299. كتبت وقد أيقنت يوم كتابتي بأن يدي تفنى ويبقى كتابه
300. واعلم أن الله لا بد سائلي فيا ليت شعري ما يكون جوابه
301. Ketika saya menulis saya yakin
Bahwa tanganku akan binasa sedang tulisanku kekal
Dan saya tahu bahwa Alloh pasti akan menanyaiku
Aduhai, apakah nanti jawabnya
302. Curang / standard ganda ::
303. أحرام على بلابله الوح حلال للطير من كل جنس
304. Apakah pohon besar itu haram bagi burung bulbul
Tetapi halal bagi burung jenis lainnya
305. Jangan mencari masalah ::
306. إن كان بيتك من الزجاجة
307. فلا ترم بيوت الناس بالهجارة
308. Bila rumahmu terbuat dari kaca
Maka jangan lempari rumah orang lain dengan batu
309. Jika selalu salah faham ::
310. و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم
311. Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar
Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk
312. لو كنت تعلم ما أقول عذرتنيأو كنت أعلم ما تقول عذلتكا
313. لكن جهلت مقالتي فعذلتنيوعلمت أنك جاهل فعذرتكا
314. Seandainya kamu faham ucapanku niscaya kamu akan memaafkanku
Atau aku mengetahui ucapanmu maka aku mengkritikmu
Tetapi engkau tidak faham ucapanku sehingga mencelaku
Dan aku tahu bahwa kamu tidak faham maka aku memaafkanmu
315. علي نحت القفافي من معادنها
316. و ما علي إن لم تفهم البقر
317. Tugasku adalah mengukir bait-bait syair dari sumbernya
Dan bukanlah tugasku jika sapi itu tidak paham
318. Dusta ::
319. سبحان الله هذا بهتان عظيم
320. “Maha Suci Allah, Ini sungguh adalah suatu kedustaan yang besar.”
321. فالبهت عندكم رخيص سعره حثوا بلا كيل ولا ميزان
322. Di sisi kalian dusta itu sangat murah harganya
Tanpa ditakar dan ditimbang mereka menghamburkannya
323. Jika tidak mengerti (bingung) / tidak kompeten ::
324. وإذا لم تر الهلال فسلملأناس رأوه بالأبصار
325. Apabila engkau tidak melihat bulan sabit maka serahkanlah
Kepada manusia yang melihatnya dengan mata kepala
326. تَخُضْ فِيْ حَدِيْثٍ لَيْسَ مِنْ حَقِّكَ سِمَاعُهُ
327. Janganlah engkau menyelam ke suatu pembicaraan
yang engkau tidak berhak mendengarkannya
328. تكاثرت الظياء على خراشفما يدري خراش ما يصيد
329. Kijang itu begitu banyak di hadapan Khirasy (sebangsa serigala)
Sehingga dia tidak tahu mana yang harus diburu terlebih dahulu
330. ستبدي لك الأيام ما كنت جاهلا ويأتيك بالأنباء من لم تزود
331. Waktu akan menampakkan apa yang tidak kamu ketahui
Dan datang memberimu berita tentang apa yang tak kamu ketahui
332. لكل مقال مقام و لكل مقام مقال
Setiap ucapan ada tempatnya dan setiap tempat ada ucapannya tersendiri
333. Tidak Sejalan ::
334. سارت مشرقة وسرت مغربا
335. شتان بين مشرق ومغرب
336. Dia berjalan ke timur dan aku berjalan ke barat
Aduhai alangkah jauhnya timur dan barat
337. رَاحَت مُشَرِّقَة وَرُحتُ مُغَرِّبًا فَمَتَى لِقَاءُ مُشَرِّقٍ وَمُغَرِّبِ
338. Dia berjalan ke arah timur dan aku berjalan ke arah barat
Kapankah akan bertemu yang ke timur dengan yang ke barat ?!
339. كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلا بِلَيْلَى وَلَيْلى لا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَ
340. Semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila
Namun Laila memungkiri semua pengaku-akuan itu
341. لاَ يَحْمُدُ السَّيْفُ كُلَّ مَنْ حَمَلَهُ
Pedang itu tidak memuji setiap orang yang membawanya
342. فحسبكم هذا التفاوت بينن
343. وكل إناء بما فيه ينضح
344. Cukuplah bagi kalian perbedaan diantara kita
Dan setiap bejana memercikkan isinya
345. Menolak Kebenaran ::
346. وعين الرضا عن كل عيب كليلة
347. كما أن عين السخط تبدي المساويا
348. Pandangan simpati menutup segala cela
Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat
349. وَمَنْ يَكُ ذَا فَمٍ مُرٍّ مَرِيْضٍ يَجِدُ مَرًّا بِهِ المَاءَ الزُّلالا
Barangsiapa yang merasa sakit mulutnya
Niscaya air yang tawar akan terasa pahit baginya
350. إِن ُ كنتَ َ لا تَدرِي فَتِلكَ مُصِيبٌَة
351. وَإِن ُ كنتَ تَدرِي َفاُلمصِيبَُة َأع َ ظمُ
352. Jika engkau tidak tahu maka ini musibah
Dan apabila engkau sudah tahu maka musibahnya lebih parah
353. كم من كتاب قد تـصفحته وقلت في نفسي لقد صححته
354. ثم إذا طـالعته ثــانيــا رأيت تـصحيـفا فأصلحته
355. Betapa banyak buku yang telah kubaca
Kukatakan di dalam hati, semuanya kubenarkan
Kemudian tatkala kutelaah untuk kali kedua
Kutemui kesalahan maka kubenahi (agar benar)
356. Mencela Ulama Ahlus Sunnah ::
357. واعلم رحمك الله أن لحوم العلماء مسمومة
358. “Ketahuilah semoga engkau dirahmati Alloh, bahwa daging para ulama itu beracun”
[Imam Ibnu Asakir dalam Tabyin Kadzibil Muftari. Melalui perantaraan al-Aqwaal hal. 2]
359. احذر لسانك أن يقول فتبتلى إن البلاء موكل بالمنطق
360. Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka
Sebab petaka itu bergantung pada ucapan
361. Tempuhlah Jalan Keselamatan ::
362. ترجو النجاة و لم تسلك مسالكها
363. إن السفينة لا تجري على اليبس
364. Kau dambakan keselamatan, tapi engkau tak menempuh jalurnya
Sungguh bahtera tak kan pernah berlayar di daratan
365. والحق منصور وممتحن
366. فلا تعجب فهذي سنة الرحمن
367. Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian,
maka janganlah heran, sebab ini adalah sunnah ar-Rahman (sunnatullah)
368. Menolak kebenaran ::
369. إِن كُنتَ لاَ تَدرِي فَتِلكَ مُصِيبَةٌ وَإِن كُنتَ تَدرِي فَالمُصِيبَةُ أَعظَمُ
370. Jika engkau tidak tahu maka ini musibah
Dan apabila engkau sudah tahu maka musibahnya lebih parah
371. Tergesa-gesa ::
372. من استعجل الشَّيء قبل أوانه عوقب بحرمانه
373. “Barang siapa yang tergesa-gesa ingin memetik sesuatu sebelum saatnya,
niscaya ia akan dihukumi dengan kegagalan mendapatkannya.”
374. Jangan Ikuti Hawa Nafsu ::
375. والنفس كالطفل إن تهمله شب على *** حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم
376. Hawa nafsu itu bagaikan anak kecil, bila kau manjakan maka sampai besar
ia akan terus senang menyusu dan bila kau hentikan maka akan berhenti
377. Nasehat Ibnu Qayyim :: [dalam Madarijus Salikin (III/200)]
378. “Apabila seorang mukmin menghendaki supaya Alloh menganugerahinya bashiroh (ilmu yang mendalam) di dalam agama, pengetahuan akan sunnah Rasul-Nya dan pemahaman akan kitab-Nya dan diperlihatkan hawa nafsu, bid’ah, kesesatan dan jauhnya manusia dari shirothol mustaqim, jalannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan para sahabatnya. Apabila ia menghendaki untuk menempuh jalan ini, maka hendaklah ia persiapkan dirinya untuk dicemooh oleh orang-orang bodoh dan ahlul bid’ah, dicela, dihina dan ditahdzir oleh mereka. Sebagaimana pendahulu mereka melakukannya kepada panutan dan imam kita Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
379. Adapun apabila ia menyeru kepada hal ini dan mencemooh apa-apa yang ada pada mereka, maka mereka akan murka dan membuat makar kepadanya…
380. Sehingga dirinya menjadi orang yang :
381. Asing di dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka
382. Asing di dalam berpegangteguhnya ia kepada sunnah dikarenakan berpegangnya mereka dengan kebid’ahan
383. Asing di dalam aqidahnya dikarenakan rusaknya aqidah mereka
384. Asing di dalam sholatnya dikarenakan rusaknya sholat mereka
385. Asing di dalam manhajnya dikarenakan sesat dan rusaknya manhaj mereka
386. Asing di dalam penisbatannya dikarenakan berbedanya penisbatan mereka dengannya
387. Asing di dalam pergaulannya terhadap mereka dikarenakan ia mempergauli mereka di atas apa yang tidak disenangi hawa nafsu mereka
388. Kesimpulannya: ia adalah orang yang asing di dalam urusan dunia dan akhiratnya, yang masyarakat tidak ada yang mau menolong dan membantunya.
389. Karena dirinya adalah :
390. Seorang yang berilmu di tengah-tengah orang yang bodoh
391. Penganut sunnah di tengah-tengah pelaku bid’ah
392. Penyeru kepada Alloh dan Rasul-Nya di tengah-tengah penyeru hawa nafsu dan bid’ah
393. Penyeru kepada yang ma’ruf dan pencegah dari yang mungkar di tengah-tengah kaum yang menganggap suatu hal yang ma’ruf sebagai kemungkaran dan suatu hal yang mungkar sebagai ma’ruf.”